25/06/2018 Oleh Redaksi 0

Syarief Burhanuddin, Dirjen Bina Kontruksi PUPR Dijambret

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Syarif Burhanuddin mengalami musibah.

Ramai di media sosial, posisi Syarief Burhanuddin yang tergeletak. Belum ada keterangan dan konformasi selanjutnya.

Dalam akun FB Lollytha M Celvita, disebutkan: “Dirjen Bina Kontruksi PUPR tadi pagi dijambret saat naik sepeda sendirian di kota tua, tiga tulang rusuknya patah. Saku jersey tempat hpnya disobek”.

Komen netizen bertalu-talu.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanudin sore tadi menjalani operasi tulang bahu di RS Medistra. Syarief menderita patah tulang karena terjatuh dari sepeda saat mempertahankan tasnya yang dijambret di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.

Syarief menjalani operasi pada pukul 17.00 WIB tadi. Dia menerangkan Syarief terluka karena sempat terseret motor saat mempertahankan barang-barangnya dari penjambret.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Minggu (24/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi penjambretan disebutkan terjadi di sekitar Museum Fatahilah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Sempat terjadi tarik-menarik tas antara korban dengan pelaku. Korban akhirnya terjatuh dari atas sepeda.

***

Catatannya, apabila mau bepergian naik sepeda olahraga sebaiknya bawa teman, jangan sendirian. Sebab, saat ini kawanan penjahat begal mulai beraksi lagi merampas sepeda dan barang-barang berharga milik korban.

Sepeda berkelompok tentu harus ada beberapa syarat yang dipenuhi, misal satu tujuan, jenis sepeda yang digunakan, waktu yang disepakati, dan yang agak penting tapi gak penting-penting amat adalah kecepatan mengayuh sepeda.

Gowes berkelompok sangat menyenangkan, banyak teman, bisa ke suatu tempat yang belum tentu kalau sendirian akan mencapai ke sana, bisa foto-foto gantian, dan enggak bakalan nyasar.

Repotnya adalah kalau kecepatan mengayuh sepeda tidak sama sehingga bisa menghambat kebersamaan kelompok.

Bersepeda sendirian, resikonya adalah kalau nyasar walaupun sudah bawa smartphone tetap saja ada kendala kalau jaringan susah, pas di daerah tertentu.

Sepeda bermasalah, atau kecelakaan misal jatuh dari sepeda tidak ada yang menolong, atau hal-hal yang tidak menguntungkan lainnya.

Tapi, ada kenikmatan tertentu kalau sendirian, kecepatan mengayuh suka-suka sendiri, pas melewati pemandangan yang ok langsung melambat, pas capek dan haus langsung berhenti.

Mau belok atau lurus itu tergantung mood, atau tiba-tiba mau pulang tinggal kayuh secepat-cepatnya.

Jadi semua itu pilihan, mau sendirian, berkelompok atau berdua bertiga berempat…. yang penting nikmatilah kalau bersepeda.

baca juga: majalah MATRA edisi cetak (print) terbaru- klik