14/02/2019 Oleh Redaksi 0

Sujarwo Dibalik Madu “Capres”

MATRANEWS.id — Sosoknya ramah dan bersahabat. Sering berpindah dari satu pameran ke pameran di Jabotabek, terkadang keluar Jawa juga. “Ada saja yang mengajak saya untuk ikut pameran, dari yang bayar hingga gratis,” papar pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini, terus terang.

Ditemui di area parkir depan lobi utama, Mall ITC, kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, ia pun mengaku berjualan madu lebih kepada ingin silaturahmi dan membantu orang agar sehat. “Memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara, seperti halnya filosofi tentang lebah,” ujarnya serius.

Membuka praktek di kawasan H Bakri no 6, kawasan Rawa Lele, Jombang Tangerang Selatan, pria ini mengurai manfaat lebah, termasuk hewan yang pekerja keras. Kita bisa ambil contoh ketika sarang lebah di rusak atau ketika manusia mengambil madu-nya, tidak butuh waktu lama bagi lebah untuk membangun kembali sarangnya tersebut.

Sujarwo mengutip kamus besar bahasa Indonesia, bahwa madu adalah cairan yang menyerupai sirup, tapi teksturnya lebih kental dan lebih manis, yang dihasilkan oleh lebah atau serangga- serangga lainnya.

Pada umumnya madu berwarna kuning kental yang dihasilkan oleh lebah dari hasil hubungannya dengan bunga, artinya madu dihasilkan dari nectar bunga. Rasa manis pada madu dihasilkan oleh unsur glukosa yang terkandung didalamnya sehingga rasanya seperti gula.

Madu termasuk salah satu jenis makanan yang memiliki manfaat yang besar. Kandungan zat yang ada di dalam madu menjadikanya sebagai makanan yang memiliki khasiat yang banyak, diantaranya dapat mengobati bermacam- macam penyakit dan juga untuk anti biotik.

Dalam konteks madu, Sujarwo mengatakan, sebagai air yang menyehatkan agar badan terlihat muda dan segar, memperbagus daya ingat dan meningkatkan kecerdasan. Madu berdasarkan asal nektarnya digolongkan menjadi 3 jenis yaitu: Madu Flora adalah madu dari hasil nectar bunga.

Madu Ekstraflora adalah madu yang dihasilkan dari nectar selain bunga, seperti nectar dari daun dan batang. Madu Embun adalah madu yang diperoleh dari hasil suksesi serangga yang diletakan pada tanaman, dan disimpan kembali kedalam sarang setelah dikumpulkan.

Menjual madu anak, madu rempah juga madu mata. “Ini bukan madu mata biasa, loh,” ujar Sujarwo, mengenai madu mata cap Capres yang disebutnya mampu membersihkan mata dari partikel debu dan hasil oksidasi mata.

Pemilik klinik sengat lebah ini menyebut, madu mata anti bakterinya dapat membunuh kuman-kuman mata. Membersihkan mata tanpa efek samping. Dapat digunakan untuk menyembuhkan shilinder minus dan plus serta penyakit katarak. Ada juga ia menjual balsam pijit madu rempah dan madu yang lengkap dengan sarang lebahnya.

“Yang paling laris adalah, madu Pollen Capres, karena memiliki khasiat lebih dasyat dari Viagra,” ujar Sujarwo sambil tersenyum penuh arti.

Sujarwo yang mengaku sebagai pembaca setia majalah MATRA sejak kantornya di Warung Buncit Jakarta Selatan. Ia bersaksi, kerja di media massa memang tubuh diforsir. “Kalau saya flu, kita minum madu saja. Madu juga menyehatkan, membantu proses pencernaan dan mengobati masuk angin, bisa digunakan sebagai penyedap makanan.”

Madu juga bisa membuat gembira. Asalkan, “Jangan dimadu. Ha-ha-ha.”

“Madu cap Capres sudah sejak 2009. Bukan karena ada Jokowi-Amin atau Prabowo-Sandi, bahwa kita akan mencoblos Capres 17 April 2019 ini,” ujar Sujarwo yang ternyata sempat terpikir juga untuk maju sebagai calon presiden dari jalur independen di periode 2009 lalu.

Hanya saja, Sujarwo mengakui, karena Mahkamah Konstitusi (MK) tak membuka peluang calon presiden perorangan atau independen. “Saya konsen di sini saja, orang yang meminum madu cap capres dapat energi tambahan yang dapat tersublimasikan dalam sikap sehari-hari,” paparnya serius.

Mantan praktisi media massa ini menyebut, Majelis Mahkamah Konstitusi merujuk Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik.

Lengkapnya, pasal itu berbunyi Pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum. Jadilah, “Madu saya namakan Capres. Yang memiliki khasiat sebagai natural, penyembuh alami.”

“Untuk pembaca majalah MATRA khususnya, saya akan beri terapi sengat lebah gratis,” ujar Sujarwo.

Ia pun memaparkan, disengat lebah jika pas titik terapinya bisa menyembuhkan ragam penyakit. Sengat lebah dikenal sebagai terapi racun lebah atau apitherapy. Dalam buku Cina Kuno ditemukan teori “Yi Du-Dong Du”, yakni racun melawan racun. Ada yang obat rematik, mengobati syarat hingga diabetes, gondok, dan keputihan serta herpes.

“Ada beberapa pria yang mengalami disfungsi ereksi, minum madu capres ini membantu meningkatkan aliran darah ke penis. Sehingga, pemiliknya dapat mempertahankan ereksi,” papar Sujarwo terus terang.

Dalam promosinya, madu racikan Sujarwo ini disebut bermanfaat mujarab laiknya “pil biru Viagra” yang selama ini kita kenal sebagai obat anti impotensi. Madu bekerja alami membuat penis ‘layu’ menemukan efek efektif suplemen pendongkrak stamina.

“Pria bisa menjadi power full,” ujar Sujarwo sembari meninggalkan nomer telepon yang bisa dihubungi untuk kaum pria, khususnya yang ingin mendapatkan efek manjur dari madu serta bonus sengat lebah.

Madu pollen juga banyak diminati kaum perempuan yang ingin hamil. Bisa juga untuk masker dan kecantikan agar kulit tetap halus terbebas dari jerawat dan harum. Jika mengalami keputihan atau mengalami gangguan metabolisme tubuh. Juga mengobati orang yang susah tidur.

“Silahkan telepon 0813-1454-5000 untuk mengetahui jadwal saya pameran di mana. Tapi, untuk 1 Februari sampai tanggal 28 Februari 2019 ini, saya buka stand pameran di ITC BSD Tangsel,” ujar Sujarwo berpromosi.

“Silahkan datang, kunjungan Anda dinantikan. Buktikan, dapatkan energi tambahan dari madu cap Capres,” ayah enam anak ini mengaku sejak tahun 1990 dirinya berkecimpung dalam racikan spesifik tentang madu.

Pria yang mengaku sebagai pembaca setia majalah Trend Pria, sejak kantornya MATRA di Warung Buncit Jakarta Selatan. Ia komit kepada pembaca MATRA, “Beri terapi sengat lebah gratis dan harga khusus untuk madu pollen, yang berfungsi laiknya viagra,” ujar Sujarwo.

baca juga: majalah MATRA edisi cetak terbaru — klik ini —