28/01/2019 Oleh Redaksi 0

Obesitas Terjadi Akibat Pergaulan

Judul sebuah online menggelitik. “Riset: Kita Berpotensi Jadi Gemuk jika Ada di Sekeliling Orang Gemuk”.

Langsung saja, media sosial ramai saling komen, ketika seseorang mengunggah tulisan itu. Ada menanggapinya dengan joke, ada yang kemudian mencari hal-hal berkait kegemukan di google.

Ternyata benar, “Bahwa kegemukan itu menjadi ‘penyakit menular”

Ada beberapa penelitian yang menyebutkan, obesitas terjadi akibat pergaulan. Penelitian ini berhasil menunjukkan bagaimana pergaulan dapat menyebabkan orang gemuk semakin banyak.

Sedangkan penelitian yang dilaporkan dalam American Journal of Sociology, menyatakan bila kegemukan juga menular di dalam keluarga. Kali ini bukan karena genetik, tetapi kebiasaan yang membuat kegemukan menjadi turun temurun, menular dari satu generasi ke generasi lainnya.

Penularan kegemukan terjadi, saat kita mengiyakan atau menyetujui ajakan teman untuk hang out sambil ngemil di suatu tempat makan. Padahal, kita sudah makan besar sebelumnya.

Peneliti menyatakan, obesitas seharusnya dikategorikan sebagai penyakit menular.

Bukan di Indonesia, memang. Tapi, peneliti menyatakan hal tersebut sebab secara statistik, epidemi obesitas mirip dengan penyebaran penyakit menular.

Menurut peneliti, saat berada di sekeliling orang obesitas, kita berisiko meningkatkan indeks massa tubuh kita (BMI).

Bukti tersebut didapatkan dari sebuah studi di pangkalan militer Amerika Serikat di mana obesitas “menular” pada orangtua maupun anak-anak.

Ashlesha Datar dari Universitas Southern California dan Nancy Nicosia dari RAND Corporation meneliti data milik Military Teenagers’ Environments, Exercise, and Nutrition Study (M-Teens).

Angka kejadian obesitas bervariasi dan merata di seluruh pangkalan, antara 21 persen di El Paso County, Colorado sampai 38 persen di Vernon County, Louisiana.

Pengukuran BMI pada orang tua dan remaja menunjukan sekitar seperempat remaja dan tiga perempat orang dewasa dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.

Peneliti menemukan, anggota keluarga militer akan memiliki BMI lebih tinggi saat ditugaskan ke pangkalan militer dengan tingkat obesitas yang lebih tinggi.

Lingkungan budaya tempat pangkalan berada atau ikatan sosial dengan keluarga di luar pangkalan militer juga mempengaruhi. Remaja yang tinggal di sekitar pangkalan selama lebih dari 2 tahun juga cenderung memiliki BMI lebih tinggi.

Makalah yang terbit di JAMA Pediatrics, mengungkapkan bahwa penelitian di pangkalan militer ini menjadi cara cerdas untuk mengatasi masalah seleksi subyek penelitian tentang penularan obesitas yang sering ditemui peneliti.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkaran sosial kita berperan kuat dalam menentukan kebiasaan hidup sehat atau tidak sehat, serta menunjukkan cara meningkatkan kesehatan masyarakat kita.

baca juga: majalah MATRA edisi terbaru — klik ini

www.oojotv.com