14/04/2019 Oleh Redaksi 0

Edi Winarto: “Jangan Sampai Kaum Milenial Golput”

Selepas reformasi, sistem pemilu demokratis. Golput mengalami pergeseran, menjadi perwujudan ketidakcocokan terhadap peserta pemilu.


MATRANEWS.id — Edi Winarto termasuk dari sosok yang mendatangi rumah-rumah di kawasan Tangerang Selatan, khususnya Pamulang dan sekitarnya. “Supaya masyarakat tidak apatis terhadap pemilu dan jangan menjadi Golput,” ujarnya.

Golput atau sebutan dari Gerakan Golongan Putih — suara pemilih yang memutuskan tidak memilih — memang disebut cenderung naik, belakangan ini.

Hal ini, yang membuat Edi Winarto yang kerap dipanggil Edo miris dan bertekat untuk terus melakukan “blusukan” dan memberi pencerahan untuk memberi edukasi dan kampanye anti golput.

Mantan CEO Super TV ini tak ingin masyarakat menjadi Golput, istilah yang digemborkan pada di tahun 1971. Kala itu, mahasiswa menolak berpartisipasi dalam pemilihan karena tidak sepakat dengan sistem eletroral yang dianggap korup dan tidak demokratis.

Selepas reformasi, sistem pemilu demokratis. Golput mengalami pergeseran, menjadi perwujudan ketidakcocokan terhadap peserta pemilu.

“Kalangan milenial dianggap rentan menjadi golongan putih,” ujar Edo, pria yang juga sebagai dosen ini. Untuk itu, “Jangan sampai kaum milenial Golput.”

Mencalonkan diri sebagai calon Anggota Legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Daerah Pemilihan Kecamatan Pamulang.

Sederhana saja. “Saya hanya ingin mendorong penggunaan sebagian alokasi anggaran kota Tangerang Selatan di investasikan untuk membiayai anak-anak muda cerdas agar bisa menjadi modal untuk membangun kota Tangerang Selatan,” papar almunus Program Magister Hukum (S2), UPN.

Wujudnya dalam bentuk bea siswa pendidikan gratis. Namun setelah selesai belajar wajib menyumbangkan ilmunya untuk pembangunan Kota Tangsel.

Penghobi mancing ini, niatnya masuk ke politik sebagai calon wakil rakyat didasari keinginannya untuk memperjuangkan anak-anak sekolah 9 tahun belajar dibiayai pemerintah daerah. Selama ini, pendidikan gratis hanya dinikmati siswa yang diterima sekolah negeri.

Namun dalam visi misi Edi Winarto, ia ingin semua siswa yang orang tuanya ekonominya pas-pasan biaya pendidikannya ditanggung Pemerintah Kota. Meski ia bersekolah di sekolah swasta.

baca juga: majalah MATRA edisi terbaru — cetak/print — klik ini