11/06/2019 Oleh Redaksi 0

Tetty Paruntu: “Mari Kita Terus Berdoa Untuk Bangsa Ini.”

“Kuncinya di bulan ini. Jika tak ada perubahan yang sigifikan atau “kejutan”

“Mari kita berdoa, agar Indonesia aman dan damai,” ujar Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu.

Masih menurut Tetty, kuncinya di bulan ini. Jika tak ada perubahan yang sigifikan atau “kejutan” calon pilpres, maka, sudah bisa ditebak sesuai pengumuman Komisi Pemilihan Umum.

Tetty Paruntu walau sebagai tokoh daerah, tetap mengamati perkembangan nasional. Jika beberapa tahun lalu, tampak semangat ketika ditanya soal yang berbau rohani, kini dalam Pilpres 2019, jawabannya menginspirasi dan meneduhkan.

“Mari Kita terus berdoa untuk bangsa ini, pasti Tuhan kasih yang terbaik,” ujar Tetty Paruntu, bupati terpilih di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) periode 2010-2015 dan terpilih kembali untuk periode 2016-2021.

Dengan optimis, ia menyebut tokoh yang dipilih Tuhan pasti sudah dipersiapkan untuk melayani sesama dengan baik.

Punya hobi membaca, menonton berita, fitnes, lari maraton, bermain bulu tangkis, Tetty mengaku di kawasan Minahasa Selatan, rakyat-nya bisa dengan gampang menemui kepala daerah, bisa dengan mudah mengeluh, dan si kepala daerah bisa membantu mencari jalan keluarnya.

Diskusi dengan masyarakat, “Seperti juga pak Presiden Jokowi saat ini.”

Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan kemajuan dan memprioritaskan “negara hadir” dalam kehidupannya.

“Kami tenang, enggak kaya di Jakarta, yang mirip kicauan jaringan sosial berupa kerumunan yang saling terhubung satu sama lain, kadang berisik,” ujar Tetty bercanda.

“Saya dibentuk, diproses selama tujuh tahun, ketika aktif di Eugenia Ministry. Sehingga, melayani sesama, bukan menjadi beban tapi menjadi tanggung jawab,” ujar Christiany Eugenia Paruntu (CEP) atau akrab dipanggil Tetty Paruntu.

Tidak hanya cerdas, tetapi juga dikenal kepala daerah yang cantik dan suka menolong serta penuh kasih.

Peraih Bintang Jasa Utama dari Presiden RI Joko Widodo ini, baru saja mendapatkan penghargaan menorehkan mendapat gelar Kehormatan Doktor (Honoris Causa/HC) dari Sekolah Tinggi Theologia IKAT Jakarta. Ia dianggap menjadi “saksi Kristus” yang telah memberikan keteladanan dalam pengabdian kepada masyarakat selama ini.

Melengkapi status dari perempuan kelahiran 25 September 1967 yang sempat menyandang tiga predikat sekaligus, yakni sebagai pengusaha, politisi dan pekerja sosial. Ia telah dikaruniai seorang putra bernama Adrian Jopie Paruntu.

Banyak kemajuan yang telah dicapai Kabupaten Minsel di berbagai bidang. “Ayo, meliput ke Minahasa Selatan,” ajaknya.

klik juga: majalah Matra edisi terbaru