Mike Arbol: “Pulang Kampung” Ubah Kemiskinan Rakyat Maluku

  • adminbagus
  • October 25, 2017
  • 0

 

Fisiknya mirip Presiden Joko Widodo “ramping”. Penampilan sederhana. Tapi siapa sangka Mikhael Arbol ditakdirkan menjadi dewa penolong untuk mengangkat nasib warga dari jurang kemiskinan di 11 Kabupaten di Maluku melalui program Koperasi Bintang Timur Beta.

Pekerjaan tersebut dilakukan Mike, sapaan akrab Mikhael Arbol, tanpa dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah.Namanya Koperasi Bintang Timur Beta.Usaha memakmurkan rakyat ini dibangun seorang anak muda bernama Mike Arbol sepulang dari negeri Jerman.

Ibarat peribahasa, “Burung bangau yang terbang melanglang buana kemana pun ia akan kembali ke sarangnya”. Demikian juga Mike Arbol. Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya nan subur, Maluku untuk merantau ke negeri orang, kini ia kembali.

Kepulangan Mike Arbol dari Eropa tidak tanpa dasar. Putra Maluku ini, terpanggil ingin membangun dan mengabdi untuk rakyat Maluku,  daerahnya yang sudah bertahun-tahun “dijajah” kemiskinan dan kebodohan.

Mike ingin rakyat Maluku menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, bukan hanya pelengkap kekuatan kapitalisme yang kini menguasai Maluku. Ia sedih melihat rakyat Maluku banyak yang menganggur, banyak yang masih makan beras raskin.

Dia sangat miris, ketika mendengar ada slogan pasarah diri di elite Maluku  saat ini, “Biar Miskin Asal Bahagia”. Padahal pulau ini subur, punya sumber daya alam melimpah.

Melihat kondisi tersebut Mike pun berinovasi, berjuang bagaimana ia dapat mengubah keadaan. Sebagai sosok yang dilahirkan dari darah keturunan pengusaha, Mike pun memulai mengubah keadaan rakyat Maluku melalui penguatan ekonomi kerakyatan.

“Pulang dari sekolah, merantau di negeri orang saya terpikirkan apa yang mesti saya buat untuk Rakyat Maluku,” ujarnya kepada S.S Budi Rahardjo, Edi Winarto dan Misqola serta Yul Adriansyah dari majalah MATRA.

Ide besar muncul.

Ia mendirikan Koperasi. Namanya Bintang Timur Beta.Berawal dari hanya satu dua anggota, kini Koperasi yang dibangun Mike sudah memiliki lebih dari 11 ribu anggota.Mayoritas mereka anak muda dan warga miskin. Mike memotivasi mereka untuk maju dan punya kemampuan mengubah nasib ekonominya.

Setelah merantau ke Eropa, khususnya di Jerman mengikuti Orantuanya sejak sekolah dasar, Mike Arbol memutuskan pulang ke tanah air. Namun ketika menginjak bumi Ambon Manise, ia terkejut melihat rakyat membeli beras miskin (raskin) sekilo Rp 10 ribu. Padahal itu dibagikan gratis oleh Pemerintah pusat.

“Saya dirikan Koperasi namanya Bintang Timur Beta, koperasi ini koperasi konsumsi bukan koperasi simpan pinjam,” kata Mike Arbol dalam perbincangan santai di sebuah apartemen milik sahabatnya, di wilayah Jakarta Pusat.

Tanpa berpikir untuk maju Pilkada, niatnya menjadi “juru slamat” untuk masyarakat miskin lebih kepada sikap humanis saja dan menjadi berkat buat sesama. Pendirian Koperasi ini merupakan perenungan panjang Mike terhadap kegalauan hatinya mewujudkan mimpi bagaimana ia bisa berbuat banyak dan membuat rakyat Maluku produktif.

“Ini melalui sebuah riset panjang ketika saya bergabung di LSM  INAKERIndonesia Bekerja, kebetulan di situ saya sebagai Ketua Program untuk LSM Indonesia Bekerja ini,” kata pria yang tidak ingin melupakan rakyat yang termarginalkan yang terpinggirkan oleh pembangunan kapitalis

Dari LSM Indonesia Bekerja itulah tahun 2016 Mike membuat Koperasi bersamaan dia mencalonkan diri sebagai bupati Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Blok Migas Abadi Masela).

“Saya kan lama di P Jawa Jakarta, saya lihat kenyataan yang ada di masyarakat itu sangat memprihatinkan. Salah satunya beras. Raskin yang di P Jawa  gratis, di Maluku dijual mahal dan dimakan oleh masyarakat di pelosok desa, di pulau-pulau terluar itu dijual sekilo Rp 10 ribu ,” katanya.

Kenapa bisa begitu? Karena adanya high cost pengiriman beras dari Jawa ke Maluku. Akhirnya Mike berpikir berarti dia harus berbuat sesuatu.

“Orang-orang Maluku punya lahan tanah besar, lahan luas tetapi pada vakum, diam saja.Ibaratnya tidak ada inisiatif untuk mengelola atau memanfaatkan lahan tidur ini menjadi produktif,” kata Mike mengenang awal mendirikan Koperasi.

“Akhirnya kesimpulannya saya bilang ini bahaya bahwa masyarakat Maluku ini, mereka selalu konsumtif,  dan membuang waktu yang begitu lama yang banyak ini karena dulu itu Maluku makan sagu satu sekarang sudah beras, nasi,” sambung Mike.

Berikut petikan wawancaranya:

Koperasi ini,tugasnya mengirim beras murah ?

Ya, kemudian  dijual dengan harga murahagar jadi layak santap. Koperasi untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat setempat. Ada tiga daerah yang ada di Maluku, yang bisa produksi beras  yaitu  Waiapo Namlea, Gemba SBB, Kobisonta Malteng.

Nah, kemudian dengan koperasi ini saya subsidi pupuknya.Kemudian, gabahnya dikasih ke saya.Kemudian saya olah kemudian saya kirim.Dan dari sekian rangkaian itu saya potong ongkosnya.Sehingga saya jual cukup dengan harga Rp 10.000.Padahal harga besar di pasar sudah Rp 13 ribu/kg.

Itu menolong mereka. Dan akhirnya Koperasi saya itu langsung berkembang sampai memiliki keanggotaan 20 ribu Kepala Keluarga  di 11 kabupaten/ kota. Dari 11 ribu anggota, bahkan sekarang sudah bertambah lagi.

Saya kirim beras ini dari Jawa sekitar 1.000 ton saya naikkan menjadi 2.000 ton konsumsinya setiap bulan. Daya beli masyarakat kan rendah sekali. Sehingga dia tidak bisa belanja setiap hari Rp 50 ribu, karena kemampuan pendapatannya hanya dibawah Rp 50 ribu.Nah punya pendapatan dibawah Rp 50 ribu itulah yang saya ambil sebagai anggota koperasi.

Benarkah, profitnya sudah miliaran?

Ya, Uang profit dari usaha ini  tiap bulan itu saya kasihkan ke anak-anak buat bea siswa mereka dengan harapan lulus S1. Tidak bersaing dengan Bulog karena perdagangan beras di sana masih rendah.Gak lah justru kita saling membantu kok.

Disitu Anda mulai menerjuni ke industri bisnis?

Kalau boleh jujur, iya.Karena, saya melihat keuntungan dari koperasi ini dari belanja tetap 20 ribu KK konsumen tetap yang saya bina dalam bentuk komunitas ini saya kembalikan ke mereka. Saya buat pola konsumtif  menjadi produktif  dengan  focus pada peningkatan kualitas SDM-nya harus tinggi dan memiliki daya saing internasoinal.

Kalau di Maluku, tidak ada yang meng-create SDM-nya tidak ada yang mengolah ini tetap berada di urutan ke  33 dari 34  Provinsi se Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia Maluku bidang pendidikan hanya 30 persen lulusan Sarjana S1. Nah, 60 persennya ke mana…? Enggak lanjut kenapa?Karena tidak bisa membiayai kuliah/sekolah.Pola itulah, yang saya ambil dan kerjakan.

Sehingga saya dorong keuntungan bukan buat saya, tapi saya kembalikan ke kamu asal kamu tetap belanja di sini. Belanja  60  bulan  sampai  120 bulan maka saya akan kasih bea siswa untuk kamu. Saya memulai pekerjaan ini dari  Desa, Kecamatan. Jadi ada satu kabupaten itu minimal  10 kecamatan. Saya ambil satu.

Anda punya relawan atau memperkerjakan orang?

Ada. Saya punya rekan kerja  buat kepala-kepala  cabang  saya gaji untuk terus memperluas cakupan. Bahkan saya bagi saham, jadi saya harus ciptakan lapangan kerja dari hulu sampai hilir sehingga  merasa memiliki perusahaan ini. Karena koperasi saya kasih saham 10 persen.

Sebagai contoh si A, saya tunjuk sebagai kepala cabang.Saya jelaskan, begini omsetnya.Sekian, kamu mau enggak jadi karyawan, mereka jawab, “Saya mau.” Trus saya katakan, kamu mau enggak saya kasih saham sama kamu, tapi kamu pelihara urus cabang ini sampai tuntas, saya kasih saham 10 persen.

Apa yang membuat anggota Koperasi Anda loyal?

Dia sangat mau, anaknya dikasih bea siswa. Dia saya kasih saham 10 persen dan dia dapat gaji. Akhirnya, mereka senang dan loyal sama saya. Pas ada pendaftaran Calon Gubernur ini, mereka bilang: “Kenapa Pak Mike seng maju  ?”.

Program yang Anda buat, perputaran cash flow-nya bagaimana?

Jalan lancar, karena mereka terbantukan modal yang saya berikan.  Kalau pinjaman pemerintah bunganya tinggi, tapi kalau kami tidak mengambil keuntungan dari bunga pinjaman.Selama ini pembayaran lancar dan mereka merasa berterima kasih. Koperasi Bintang Timur Beta ada di 11 titik di semua Kabupaten. Karena saya buat sampel 1.000 KK per kabupetan.

Anda buka cabang, jika ada berapa anggota?

Saya baru buka cabang jika nasabahnya diatas 1.000 Kepala Keluarga di satu kabupaten. Awalnya pembukaan Koperasi ini kalau belum sampai 1,000 lebih anggota maka saya akan buka Kantor Cabang. Kebanyakan anggota kami adalah nelayan, petani dan pedagang.Petani kita motivasi.

Masyarakat Maluku dimotivasi karena banyak yang agak setengah-tengah mereka bekerja?

Ya, tidak bisa dibuat mereka sesukanya.Harus ada program.Kami ajarkan, “Kamu tanam cabe seluas satu hektar maka setiap minggu kamu dapat Rp 5 sd 10 juta selama tiga bulan.Sampai panen 5 bulan.Ini pupuknya ini, bibitnya kamu yang tanam.Saya nanti yang beli produknya ga usah mikir lagi mereka itu”.

Yang menguasai distribusi sembako selama ini siapa ya?

Para entrepreneur, mereka melihat peluang.Bahwa karena keterbatasan transportasi, juga kerjasama dengan pengusaha lokal menguasai pasar dan bisa seenaknya menguasai pasar.Pengusaha etnis itu, dengan seenaknya menaikkan dan menguasai harga.

Orang dari pulau Jawa disana menguasai beras, Orang Sulawesi khususnya Buton mereka kuasai ikan mentah.Kemudian yang ketiga orang Makassar, orang Manado menguasai ikan yang sudah masak. Sementara orang Maluku hanya bias isap dan gigit jari.

Akhirnya apa?

Inilah kunci kemiskinan.Isu SARA dan konflik sosial yang terjadi di Maluku terjadi karena kemiskinan.Kita ubah itu menjadi produktif. Mereka harus produktif, kerja sawah, kerja di ladang apa saja.

Jangan sampai, karena pola konsumtif tinggi, ada mall dan lain-lain, akhirnya memaksa mereka untuk menjual sebidang tanahnya kepada orang lain. Akhirnya apa 10 tahun atau satu dekade yang akan datang rakyat Maluku hanya akan menjadi gelandangan dan orang miskin di tengah kemakmuran negerinya. Kalau budaya dan polanya tidak di cut. Siapa yang bisa meng cut kalau tidak dari diri kita sendiri.

Bagaimana dengan kebijakan Pak Jokowi membuat Tol Laut?

Wah, saya sangat bersyukur sekali.“Saya Bersyukur pak Jokowi memberikan kita anugerah Tol laut. Itu diskon 50 persen dari high cost. Jadi distribusi beras saya sudah terbantukan dengan adanya tol laut.Lebih dipermudah lagi dan lebih murah.

Dari Rp14 juta per kontainer jadi Rp 7 juta per kontainer, nah itu saya punya ini sudah terbantukan oleh program tol laut Pak Jokowi.

Sejujurnya, Koperasi Bintang Tmur Beta dimodali siapa?

Koperasi Bintang Timur, tidak dimodali oleh siapapun bahkan tak ada subsidi dari pemerintah. Ini murni modal pribadi saya sendiri yang saya korbankan untuk mereka.

 Bagaimana prosedurnya untuk menjadi anggota koperasi?

Jika ada anggota koperasi baru mau masuk langsung daftar ke kantor cabang saja dimana berdomisili tinggal,  sesuai dengan  SOP  masuk koperasi harus ada simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela  Saya bantu mereka dengan subsidi,  Anggota koperasi saya tidak  wajib harus punya uang untuk simpanan wajib, simpanan sukarela atau setoran apapun, benar-benar saya nolkan. Saya bantu karena masyarakat ekonomi lemah kalau kita wajibkan mereka harus simpan uang nya di koperasi mereka bilang seng ada kepeng beta  pak.?

Enggak pakai uang iuran?

Bagaimana kita tarik uangnya dari mereka, sementara untuk makan saja mereka susah dan utang kok. Mereka hanya tercatat sebagai anggota Koperasi dan sebagai pembeli saja. Mekanismenya alamiah saja. Tradisional, belum menggunakan teknologi informasi.Sebelas ribu orang, ya benar-benar orang miskin.

Kriteria miskin bagi masyarakat bagaimana?

Yang berpenghasilan dibawah Rp 50 ribu per hari.Profesi mereka rata-rata petani, nelayan dan pengangguran.Yang gajinya di atas Rp 3 juta, enggak boleh masuk Dan Koperasi saya tidak ada pegawai negeri, birokrasi, Polri, TNI.Karena mereka sudah punya daya beli.Sehari Rp 100 ribu berarti gajinya Rp 3 juta per bulan.

 Ada kriteria lain?

Saya proyeksikan yang usianya muda.Karena, secara bisnis bisa kita hitung konsumsinya masih lama.Secara sosial, kita harus menolong dia segera, karena ini generasi muda mau tidak mau kita harus korbankan harta kita untuk membiayai dia. Harus jadi S1 karena setelah S1 kamu pasti malu menganggur.Pasti malu miskin, pasti malu tinggal di rumah kumuh,reot papan,bambu ,gaba-gaba dan lain lain.

Anda prioritaskan anak muda yang baru tamat sekolah/kuliah atau didik mereka untuk jadi enterpreneur?

Ada dua skema.Mulai dari hal yang kecil kita didik mereka untuk masak terutama ibu-ibu. Meng-create apa saja mau nanam cabe kah,  nanam apa dengan modal yang paling minim Rp 2,5 sd  5 juta. Setelah lolos dari Rp 5 juta dengan usaha ini minimal 6 bulan atau satu tahun kita salurkanmereka  Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditawarkan perbankan dengan jumlah total Rp 25 juta.

Sehingga nanti dia secara bertahap naik.Dari bisnis kuliner dulu. Si nona –nona, ibu-ibu muda ini pandai memasak rasa masakannya enak maka dia saya dorong jual makanan,

Prioritas kedua?

Anggota Koperasi yang sudah pandai berbisnis. Mempunyai kios, warung,geraiusaha ini kita langsung ajukan ke KUR. Jadi kita menyalurkan anggota Koperasi yang punya usaha.Yang pembayarannya tidak macet.

Yang kedua kita ciptakan mereka untuk mempunyai ketrampilan khusus membuat makan.Jadi saya melatih mereka ini membuat mie goreng, bihun goreng, nasi goreng, mereknya Jadi Warung makan Bintang Timur Beta.

Saya yakinkan, semua orang bisa bisnis. Kita semua yang masih hidup pasti butuh makan,minum  ketika tidak ada orang yang menyiapkan makan buat kamu, kamu bisa buat sendiri dengan mudah bahan-bahan ini. Kita bisa buat nasi goreng, bahkan saya ajari mereka itu untuk masak saos kepiting,ikan bakar, seafoot dll. Buat masakan kepiting.Karena saya juga membuat budidaya kepiting bakau.

Satu kelompok ada 5 sd 10 anggota. Dari sekian kelompok orang yang diberi bibit kepiting.Bibitnya kemudian dilepas di bakau pesisir pantai. Itu untuk menjaga lestarikan manfaat  hutanmangrove ya namanya kepiting bakau.

Dalam tiga bulan, kepiting sudah besar.Hitung saja jika kita ekspor harganya 200 ribu. Berarti kalau satu ton maka dapat  Rp 200 juta  satu kelompok. Nah, siapa yang mau ngasih mereka uang Rp 200 juta.  Kecuali Bintang Timur Beta.Apalagi, hasil kepiting bakau di Maluku quality-nya terbaik nomor satu di dunia.

Artinya Anda meminjami masyarakat modal kerja namun tanpa bunga?

 Saya meyakinkan anggota Koperasi dengan semangat dan tantangan.Mereka butuh pendampingan.Itu kalau di Kota. Kalau di desa mereka kita bantukasih pupuk untuk petani sawah. Petani  pergi ke hutan cari getah damar, petani  cengkeh dan pala. Kita berikan solusi kerja untuk mereka agar mengerti dan kerja menghasilkan bahan baku tersebut dan dijual ke Koperasi dan dapat uang.

Benarkah Koperasi Bintang Timur Beta yang dikembangkan Anda tak sekadar kuat di kandang.Maluku. Namun Koperasi ini telah merambah ke berbagai kota di enam Provinsi Indonesia Timur?

Ya, berkembang di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.Metodanya sama kita Koperasi mencari pasar untuk produk mereka contoh daerah Produksi Beras kita beli dan kirim ke daerah yang bukan penghasil beras dan sebaliknya barter to barter  sesuai kebutuhan mereka jadi memanfaatkan pasar local antar daerah saja sudah cukup untung bahkan kurang bahan.

Dari rumahnya reyot setelah kami bina kini rumah mereka bagus dan bertembok.Itu yang saya lakukan dan itu sudah teruji oleh waktu.kalau metodenya di-create di setiap kampung tidak usah banyak bicara maka rakyat Maluku, daerah lain Indonesia akan maju. Ini bukan lagi kampanye ini sudah real tidak lagi berwacana.

Kenapa Anda membuat program bea siswa denganmengutamakan anak muda anggota komunitas dengan mendorong mereka masuk kuliah kedokteran?

 Ya betul Priorits beasiswa kepada anak anak kapung yang kurang mampu dan berhasil lulus test masuk PTN fakultas Kedokteran, Keguruan mipa dan Ekonomi serta fakultas yang lain,  karena diMaluku rata rata satu kabupaten hanya punya beberapa tenaga medis khususnya dokter bisa dihitung dengan jari beta ini. Ada 11 kabupaten/kota  dan 1.200 an desa tidak ada dokternya  juga tenaga  guru dengan ratio 1 guru menangani 200 an anak bagaimana generasi muda pintar gurunya tidak cukup jumlahnya sesuai standar sekolah,  kebanyakan pegawai PNS, guru tinggal dikota terus siapa yang tinggal di kampong ajarin anak kapung jadi pintar kalau bukan Sarjana dokter,guru,ekonom asal kampong pasti mau tinggal dikampung karena rumahnya disana.

Sumber daya manusia di Maluku rendah?

Ya, banyak pekerjaan ditawarkan perusahaan besar yang mengeksplorasi di Maluku namun standar kualitas lulusan sekolah di Maluku rendah.Dan S1 saja hanya ada 30 persen di Indeks Pembangunan Manusia Maluku.Mereka putus sekolah karena tidak punya biaya.Tidak ada yang peduli dengan pendidikan di Maluku. Kami memberikan bea siswa, agar juga bisa bersaing dalam memperebutkan pekerjaan proyek di Maluku yang dikerjakan perusahaan multi nasional.

Kenapa baru sekarang mulai membangun Maluku, apakah selama ini pemerintah daerah tidak melakukan apa-apa.

Maluku dulu kala diakui orang dipenjuru dunia damai, sejahtera karena daerah yang subur kaya sumber daya alam berlimpah, laut yang luas dan alam eksotik, penghasil rempah rempah dunia, tapi semua itu tinggal kenangan akibat pengolahan yang salah oleh pemimpin daerah  dan terjadi keterbelakangan ekonomi dan SDM  yang kita rasakan di Maluku saat ini adalah kemiskinan ekonomi,  korupsi merajalela, inflasi, sembako mahal, stok barang langka.

Pemerintah Daerah Maluku justru aneh sekali menjalin kerjasama dengan Pemda lainnya untuk mendatangkan beras ribuan ton untuk mencukupi stok pangan.Ini kebijakan Pemda menggambarkan ketergantungan dengan daerah lainnya.Padahal di Maluku ada ribuan hektar lahan nganggur yang bisa dimanfaatkan sebagai sawah sehingga bisa capai kemandirian pangan.

Orang tua Anda mengajarkan filosofi tentang kesederhanaan, benarkah Anda banyak membaca buku tentang sosialisme?

Iya, tentang marhaen dan kesederhanaan rakyat diantaranya filosofi dari Bung Karno.Itu menjadi inspirasi bagi saya. Saya tidak mau bergaya hidup mewah walau saya punya duit, kita tunjukkan gaya kesederhanaan dalam kehidupan di masyarakat bersama rakyat kita kuat. teori kepemimpinan.

Apa modal anda maju sebagai Cagub Maluku?

Saya hanya berdoa dan senyum saja. Semoga rakyat jangan salah memilih karena jika salah memilih yang dilakukan selama satu menit akan menyesal dan menambah sengsara selama lima tahun. Salah satudari  program saya bila terpilih menjadi Gubernur maka  Maluku kita jadikan sebagai lumbung ikan dunia dan pusat riset kelautan nasional.

Karena itu dulu yang membangun Universitas Patimura justru Rusia di tahun 1940an sampai sekarang sebagai pusat riset ikan dunia.Dulu ini lembaga Riset Kelautan kemudian diubah menjadi Universitas Patimura.Ini Bung Karno yang menginisiasi.

Benarkah Anda punya program untuk Maluku-1, membantu orang dan masyarakat ekonomi lemah dengan cara menurunkan harga makanan?

Sekarang, hidup di Maluku khususnya kota Ambon, harga makan Rp 30 ribu satu porsi. Saya buat program harga makan di warung harus cuma bayar Rp 10 ribu satu porsi. Kalau punya uang Rp 30 ribu maka sudah bisa makan 3 x sehari seharga Rp 10 ribu. Saya sudah menolong satu jiwa manusia selama 24 jam,

Saya didik anggota koperasi agar pandai memasak lalu saya modali untuk membuka warung berjualan. Tapi kamu tidak boleh menjual makanan diatas Rp 10 ribu karena kamu membawa nama baik Koperasi Bintang Timur Beta. Jadi kamu harus jadi berkat terang bintang bagi orang lain bagi Maluku agar mereka melihat Maluku bagus. Berkat bagi orang lain. Harus begitu.

Kenapa harus begitu saya melihat kini anak-anak Maluku  gizi buruk karena tidak lagi mempertimbangkan gizi yang dimakan dan mahalnya harga makanan hingga Rp 30 ribu makan sekali. Ini yang harus dipikirkan pemerintah.Di Maluku warung harus mencantumkan nilai gizi dari makanan yang dijual. Selain harganya murah juga harus kaya akan gizi. Saya ingin harganya murah karena terjangkau oleh orang-orang miskin yang kurang mampu.Memeng sulit tapi kita harus mencoba karena saya sudah kerjakan.

Ada yang bilang Anda nekat maju dalam kontestasiCalon Gubernur Maluku?

Tekadnya hanya satu, ingin mengembalikan Kejayaan Maluku, Ingin Membuat rakyat Maluku tidak miskin lagi.Saya terpaksa terjun ke politik karena dilandasi keprihatinan terhadap kondisi masyarakat Maluku yang bertahun-tahun dipimpin penguasa yang cukup lama berkuasa, namun tidak pernah keluar dari persoalan kemiskinan.

Saya terinspirasi perjalanan sejarah Maluku berabad-abad silam sebagai daerah penghasil rempah-rempah dunia.Spanyol datang, Portugis datang, Inggris dan Belanda datang, semua datang terakhir Jepang.Maluku itu kok miskin padahal kekayaan sumber daya alamnya sangat besar, berabad-abad lalu daerah ini dikenal sebagai penghasil rempah-rempah dunia.

Apakah Anda sadar, bukan dari orang politik dan tidak punya kelompok atau kepentingan politik?

Ya, Saya berjuang sendiri untuk bisa ikut kontestasi menjadi pemimpin Maluku.Di belakang saya hanya ada ribuan anggota Koperasi saya.Orang tua saya pebisnis sehingga saya harus bisa mengembangkan diri menjadikan rakyat mandiri ekonomi.

Benarkah, masyarakat Maluku tidak maju dan masih banyak kemiskinan karena masyarakatnya malas?

Gak benar itu, Malas inilah yang membuat dia tidak kerja dan tidak ada punya penghasilan kalau ada orang yang membagi ilmu ide nya  dengan mendukung mereka. Mensupport mereka untuk bisa berbuat sesuatu. Saya pikir sama saja orang Maluku, orang Jawa, orang Sunda orang Indonesia , kalau tidak ada metode, tidak ada program. Maka tidak akan ada solusi.

Di dunia politik, untuk maju sebagai Gubernur karena sudah jadi  Bupati dulu atau walikota dulu?

Ha-ha-ha, kebiasaan atau fenomena yang berkembang itu,  paradigma orang-orang lama, yang sudah berorganisasi yang mempunyai jatah politik di situ. Tapi, secara global kan perubahan dunia berlangsung cepat tuntutan masyarakat sesuai zaman yang kita ikuti dan aturan Undang-Undang di NKRI.

Generasi muda yang kini menentukan arah bangsa ini, Negara dan Rakyat membutuhkan  calon-calon yang kapabel. Tadinya sih, saya ingin persiapan dulu untuk tahun 2024, karena kalau ingin jadi calon pemimpin ya harus dikenal dulu oleh masyarakat.

Artinya, Anda harus berbuat sesuatu dulu buat masyarakat agar mereka merasakan kerja kita?

Ya. Kalau mereka kenal menikmati apa yang sudah kita perbuat barulah rakyat suka sama kita maka mereka akan coblos kita. Tapi,  sekarang kan pemilihan langsung terbuka, direct. Meski diusung partai tapi rakyat melihat figur. Nah figur bersih itu,cerdas dan baik tidak korupsi yang diinginkan Rakyat.

Memangnya dari calon-calon yang ada di mata masyarakat, bagaimana?

Track record-nya terbilang kotor kata masyarakat Maluku.Saya lihat dinamika masyarakat yang begitu tinggi responsifnya menginginkan pemimpin yang baru, yang kuat,muda, yang inovatif, dekat dengan rakyat. Paling penting itu, ia sosok yang bersih, ternyata pemimpin yang seperti itu belum ada.

Anda maju karena ada desakan dari masyarakat?

Ya  betul, sebagai putra daerah dan generasi muda Maluku saya harus melaksanakan amanat Rakyat Maluku ini agar bisa terpilih dan membawa perubahan khususnya ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia kedepan yang lebih baik dengan Visi: “  Membangun Maluku dari Ketertinggalan .”  Kalau bukan katong siapa lai ?kalau bukan sakarang kapan lai ?  Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mendengar doa kita…Amin.

 

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *